top of page

Masuk Tahun Politik, Pengusaha Korsel Pilih 'Wait and See' Buat Investasi di IKN

Writer: Yunita Amalia
Yunita Amalia
Jan 28, 2024
2 min read

Sejumlah pengusaha Korea Selatan masih bersikap "wait and see" untuk memutuskan kebijakan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).


Hal ini tidak lepas proses pemilihan presiden-wakil presiden Indonesia pada 14 Februari 2024.


"Dari pengusaha Korea masih wait and see sampai bulan Februari, tapi kelihatannya bulan Februari belum selesai masih panjang bulan Juni," 


kata Kepala Kamar Dagang dan Industri KADIN Korea Lee Kang Hyun, dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang berkolaborasi dengan Korea Foundation, di Jakarta, Jumat (27/10).


Hyun mengatakan, alasan pengusaha memilih proses Pilpres selesai, agar pengerjaan proyek yang ada di IKN tidak terdistraksi dengan konflik atau kebijakan pemerintahan yang berpotensi muncul saat pelaksanaan Pilpres.


Korea, imbuh Hyun, berkomitmen untuk membangun smart city di IKN sekaligus membangun infrastruktur di sana. Namun, dia satu sisi, Korea tidak bisa gegabah menuntaskan satu item proyek di IKN.


Dia menyebutkan, Korea Selatan mendapatkan target menyelesaikan pembangunan konstruksi pada Agustus 2024. 


Namun menurut Hyun, target terse dirasa terlalu cepat meski para investor Korea terbiasa dengan budaya "cepat-cepat".


Hyun yang juga menjabat sebagai COO di Hyundai Motor Asia Pacific HQ, pengusaha atau investor Korea khawatir dengan realisasi pembayaran, jika proyek konstruksi wajib dituntaskan pada Agustus 2024.


Kekhawatiran ini berkaca pada keuangan perusahaan konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).



"Pengusaha-pengusaha yang konstruksi BUMN, mereka sekarang bayar juga sulit ya dan bagaimana nanti mungkin bisa dipercaya," kata Hyun.


Jadi, masalah IKN itu kalau kita lihat sampai detail mudah-mudahan semuanya bisa menyelesaikan dengan baik, kita memikirkan bersama ini harusnya bagaimana," harapnya.


Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka Jakarta, mengatakan antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menyepakati sejumlah kerja sama, antara lain pembangunan MRT Fase 4 hingga 'smart city' di IKN.


"Terkait Korea Selatan, kerja sama infrastruktur dan mengharapkan MRT Fase 4 bisa dimulai konstruksinya tahun 2024," kata Retno di Istana Kepresidenan.


Retno mengatakan, Presiden Jokowi dan Presiden Yoon Suk Yeol, optimistis investasi dapat meningkat karena kedua negara telah memiliki dialog investasi yang tinggi.


Khususnya bidang ekosistem kendaraan listrik yang menjadi salah satu prioritas.

 
 
 

Comments


Commenting on this post isn't available anymore. Contact the site owner for more info.
Logo Indo Korea Journalist Network Ver 1 - New.png

© 2026 by Foreign Policy Community of Indonesia

​

Sekretariat FPCI

 

Mayapada Tower 1, 19th Floor

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 28

South Jakarta, 12920

 

  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter
  • LinkedIn
bottom of page