top of page

Korea Jalankan Strategi Baru Indo Pasifik, Denuklirisasi Korut Jadi Target

Writer: Firsty Hestyarini
Firsty Hestyarini
Dec 23, 2022
2 min read
Diplomat Korsel Choi Shin-hye dalam acara Workshop ke-5 Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea, yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation beberapa waktu lalu. (Foto: Firsty Hestyarini/RM)
Diplomat Korsel Choi Shin-hye dalam acara Workshop ke-5 Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea, yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation beberapa waktu lalu. (Foto: Firsty Hestyarini/RM)

RM.id – Rakyat Merdeka – Presiden Korea Selatan (Korsel) yang terpilih pada 9 Maret 2022, Yoon Suk-yeol, telah mengumumkan strategi baru Indo-Pasifik dalam pertemuan KTT ASEAN di Phnom Penh pada 11 November lalu.


Terkait hal tersebut, diplomat Korsel di Jakarta, Choi Shin-hye, mengatakan strategi tersebut sejalan dengan kebijakan luar negeri Korsel yang mengacu pada Global Pivotal State Initiative.


Strategi yang berlandaskan pada tiga visi, yaitu kebebasan, perdamaian, dan kesejahteraan, ini memegang teguh prinsip inklusivitas, kepercayaan, dan hubungan timbal balik.


“Korsel berusaha mempromosikan nilai-nilai inti. Termasuk, kebebasan, demokrasi, supremasi hukum, dan hak asasi manusia. Ini akan memperkuat tatanan internasional berbasis aturan, terkait solidaritas dengan negara-negara di kawasan,” ujar Choi dalam acara Workshop ke-5 Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation beberapa waktu lalu.


“Kami menentang penggunaan kekuatan sepihak untuk mengubah status quo,” tegasnya.


Terkait upaya perdamaian, Choi menyebut Korsel akan memainkan peran aktif dalam mencegah perselisihan dan konflik bersenjata sesuai aturan, serta mendorong penyelesaian perselisihan secara damai melalui dialog.


“Ini termasuk upaya berkelanjutan untuk mencapai denuklirisasi lengkap Korea Utara (Korut), meningkatkan kemitraan di bidang nonproliferasi dan kontraterorisme, serta mempromosikan keamanan maritim, dunia maya, dan kesehatan,” bebernya.


Terkait kesejahteraan, Korsel berjanji akan berupaya membangun Indo-Pasifik yang lebih makmur melalui tatanan ekonomi yang terbuka dan adil.


“Kami akan meningkatkan ketahanan rantai pasokan, memperluas jaringan untuk keamanan ekonomi, serta mendorong ekosistem ekonomi dan teknologi yang kooperatif dan inklusif,” papar Choi.


Tak hanya itu, Korsel juga akan aktif berkontribusi dalam mengatasi tantangan utama abad ke-21, seperti perubahan iklim, kesenjangan digital, dan masalah kesehatan global. Selain itu, Korsel akan memperkuat kolaborasi dengan negara-negara donor melalui program Official Development Assistance (ODA) dalam kerja sama pembangunan.


Untuk mendukung tujuan ini, Korea berkomitmen membangun jaringan kemitraan yang multidimensi dan komprehensif.


“Kami juga akan mempromosikan kemitraan strategis yang disesuaikan dengan masing-masing subwilayah, antara lain Amerika Utara, Asia Tenggara atau ASEAN, Asia Selatan, Oseania, Afrika, dan Eropa,” tutur Choi.


Di wilayah Pasifik Utara yang meliputi Amerika Serikat, Jepang, China, Mongolia, dan Kanada, Korsel akan berupaya memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara mitra. Korsel juga berkomitmen mengembangkan hubungan yang telah terbangun selama 70 tahun dengan Amerika Serikat melalui Aliansi Strategis Komprehensif Global.


Di lingkup ASEAN, Korsel meneguhkan dukungannya terhadap ASEAN Centrality dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).


“Korsel akan memperkuat kerja sama substantif dan strategis dengan ASEAN di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya,” tegas Choi.


Di Asia Selatan, Korsel akan meningkatkan kemitraan strategis dengan India dan memperluas kerja sama substantif dengan mitra regional lainnya.


Selain meningkatkan kerja sama dengan Australia dan Selandia Baru, Korsel juga berkomitmen memperkuat hubungan dengan Kepulauan Pasifik. Choi mengatakan Korsel merupakan pendukung kuat 2050 Strategy for the Blue Pacific Continent.


“Pandangan kami tentang Indo-Pasifik meluas ke pantai Afrika di Samudra Hindia. Korsel berupaya berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di kawasan ini dengan memperkuat kemitraan pembangunan yang disesuaikan dan memperluas kerja sama keamanan maritim di bidang ini,” beber Choi.


“Eropa juga mitra penting bagi Korsel terkait Indo-Pasifik. Kami tak hanya berbagi visi dengan Eropa, tetapi juga berupaya meningkatkan kerja sama dan solidaritas dengan negara-negara Indo-Pasifik,” tandasnya.

 
 
 

Comments


Logo Indo Korea Journalist Network Ver 1 - New.png

© 2026 by Foreign Policy Community of Indonesia

​

Sekretariat FPCI

 

Mayapada Tower 1, 19th Floor

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 28

South Jakarta, 12920

 

  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter
  • LinkedIn
bottom of page